10 Poin Penting Ini Menjadikan Pelatihan K3 di Perusahaan Lebih Efektif

22 Mei 2017

Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sangat penting mengingat kebanyakan kecelakaan terjadi pada pekerja yang belum terbiasa bekerja secara aman. Penyebabnya adalah ketidaktahuan tentang bahaya atau cara mencegahnya meskipun mereka mengetahui tentang adanya suatu risiko.

Dilansir hse.gov.uk, lebih dari 200 pekerja di Inggris meninggal dunia dan lebih dari 1 juta pekerja mengalami cedera setiap tahunnya akibat kecelakaan kerja. Lebih dari 2 juta pekerja menderita penyakit akibat kerja (PAK) yang disebabkan oleh atau diperburuk oleh pekerjaan mereka.

 

 

Maka dari itu, mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja harus menjadi prioritas utama bagi semua individu di tempat kerja. Sebagai pengusaha atau pengelola perusahaan, membuat program pelatihan K3 berkelanjutan menjadi hal wajib yang harus dilaksanakan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman.

 

Apa itu pelatihan K3?

Pelatihan K3 adalah pelatihan yang diselenggarakan untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kemampuan pekerja mengenai K3, biasanya tentang prosedur pelaksanaan pekerjaan dan pengetahuan tentang bahaya-bahaya yang ada di sekitar mereka dan pencegahannya.

Manfaat pelatihan K3 yang efektif:

  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja
  • Membantu pekerja melaksanakan pekerjaannya dengan aman, tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatannya
  • Mengurangi kecelakaan kerja
  • Mengurangi absensi dan penggantian pekerja
  • Mengurangi biaya kompensasi akibat kecelakaan kerja dan PAK
  • Mengurangi biaya pemeliharaan mesin dan kerusakan alat kerja
  • Meningkatkan kepuasan kerja
  • Meningkatkan produktivitas kerja
  • Membangun komunikasi jadi lebih baik
  • Menciptakan kerja sama yang baik
  • Mengembangkan budaya K3 yang positif dengan lingkungan kerja yang aman dan sehat
  • Memenuhi kewajiban hukum bagi pengusaha untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja.

 

Siapa yang membutuhkan pelatihan K3?

Pekerja hingga kontraktor yang ada di lingkungan perusahaan perlu memahami sistem keselamatan yang berlaku, prosedur bekerja aman, dan pengendaliannya. Oleh karena itu, pelatihan K3 secara berkala perlu dilaksanakan. Namun tentu saja, jenis pelatihan K3 yang diberikan akan berbeda dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta pelatihan.

 

Seberapa sering pelatihan K3 harus diberikan?

Di Amerika Serikat, Occupational Safety and Health Administration (OSHA) merekomendasikan setiap pengusaha harus melaksanakan setidaknya empat tingkat pelatihan K3, di antaranya:

  • Pelatihan awal diperlukan sebelum pekerja memulai pekerjaan mereka
  • Pelatihan K3 tahunan diperlukan untuk jenis pekerjaan tertentu, termasuk pekerjaan yang berhubungan dengan medis dan lingkungan
  • Pelatihan inkremental untuk meningkatkan atau mengembangkan keterampilan pekerja secara khusus, yang dilaksanakan setiap tahun atau setiap tiga tahun sekali
  • Pelatihan mengenali potensi bahaya yang dilakukan setiap kali perusahaan mengidentifikasi bahaya di tempat kerja baru.

Meski pengalaman pekerja sudah banyak, keterampilan pekerja sudah tinggi, atau mereka sudah bekerja dengan aman sesuai prosedur yang berlaku bukan berarti kecelakaan kerja atau cedera tidak mungkin terjadi.

Penyegaran, pelaksanaan pelatihan berulang-ulang dan program pelatihan K3 berkelanjutan sangat perlu dilakukan setidaknya setiap 1 tahun sekali, setiap ada pekerja baru, perubahan prosedur kerja, atau kondisi tertentu.

 

10 Poin Penting Agar Pelatihan K3 Lebih Efektif

Pelatihan K3 menjadi alat penting untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pekerja mengenai K3 di sebuah perusahaan. Program pelatihan K3 merupakan suatu keharusan bagi sebuah perusahaan bila pengelola menghendaki hasil yang lebih maksimal dari kinerja para pekerja atau ingin mewujudkan zero accident dan budaya K3 yang positif di perusahaannya.

Inilah 10 poin penting yang harus supervisor lakukan agar program pelatihan K3 lebih baik dan efektif:

1. Pelatihan K3 harus dilakukan berulang-ulang jika pekerja gagal memahami dan menerapkan pengetahuan baru

Dalam hal ini, supervisor harus memantau kemajuan setiap pekerja setelah pelatihan K3 selesai dilaksanakan untuk mengukur seberapa baik mereka menerapkan prosedur K3 pada pekerjaannya.

2. Materi pelatihan K3 harus disajikan secara bertahap dan sistematis

Metode pelatihan K3 harus jelas dan disampaikan secara berurutan. Semua materi pelatihan K3 harus disampaikan kepada pekerja secara bertahap dan sistematis sesuai urutan langkah menyelesaikan pekerjaan dengan aman.

Hindari menjejali pekerja dengan banyak informasi secara terus-menerus. Hal ini bisa membuat mereka kelelahan dalam menyerap informasi, sehingga berpotensi mengakibatkan stres.

3. Menjelaskan pentingnya pelaporan cepat jika terjadi insiden, kecelakaan, penyakit akibat kerja (PAK), dan cedera di tempat kerja saat pelatihan K3

Pelatihan K3 bukan hanya sekadar menghadiri kelas dan mendengarkan materi yang disampaikan pelatih. Banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang dapat pekerja terapkan melalui pelatihan K3. Salah satunya mengenai prosedur pelaporan bila terjadi kecelakaan, cedera atau bahkan PAK.

4. Melakukan pelatihan K3 kepada pekerja yang terkena dampak perubahan kebijakan dan prosedur yang berhubungan dengan pekerjaan mereka

Sebaiknya adakan pertemuan rutin atau pelatihan K3 dengan pekerja setiap ada perubahan kebijakan dan prosedur pekerjaan. Setiap informasi perubahan yang disampaikan secara konsisten membuat pekerja menyadari betapa pentingnya penerapan K3 di tempat kerja.

5. Memberikan penyegaran pelatihan K3 khusus untuk pekerjaan berisiko tinggi

Khusus untuk pekerja yang memiliki pekerjaan berisiko tinggi atau berpotensi besar mengalami cedera dan kecelakaan kerja, mereka harus diberikan penyegaran materi dan pelatihan K3 secara berkala untuk memastikan prosedur bekerja aman tetap dilakukan dengan baik.

6. Pengusaha, supervisor atau manajemen puncak lainnya harus menjalin komunikasi terbuka dengan pekerja

Pertama, kenali karakter pekerja Anda dan berkomunikasilah secara terbuka dengan mereka. Hal ini membuat mereka merasa lebih nyaman dengan Anda. Ajak mereka untuk lebih aktif menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan selama pelatihan.

Berikanlah respons atau umpan balik atas keterlibatan mereka dalam pelatihan K3. Umpan balik terhadap pekerja ini penting untuk memahami pengalaman langsung mereka terkait prosedur K3 pada pekerjaan mereka.

7. Memberikan materi keselamatan secara lisan tanpa disertai contoh langsung atau alat bantu visual terbukti kurang efektif

Menyampaikan materi pelatihan secara pasif atau komunikasi hanya terjalin satu arah tentu akan membosankan. Bila Anda ingin pekerja benar-benar terlibat dalam pelatihan K3, gunakan alat bantu visual seperti gambar, video, atau peralatan pendukung yang berhubungan dengan materi yang disampaikan.

Misalnya, jika Anda berbicara tentang penggunaan APAR, Anda bisa menunjukkan contohnya kepada pekerja tentang langkah-langkah penggunaan APAR dan hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama menggunakan APAR.

8. Mengamati kinerja pekerja pasca pelatihan K3

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama, supervisor harus memperhatikan pekerja saat mereka melakukan pekerjaannya dan lihat apakah yang mereka lakukan sudah sesuai dengan prosedur bekerja aman atau belum. Berikan penilaian terhadap kinerja pekerja setelah pelatihan K3.

9. Menggunakan pendekatan baru dengan studi kasus saat pelatihan K3

Anda bisa menceritakan contoh kasus tentang suatu pekerjaan atau kejadian nyata kecelakaan kerja sesuai materi pelatihan. Butuh waktu kurang dari sedetik untuk kehilangan nyawa jika pekerja masih mengabaikan pentingnya penerapan K3 di tempat kerja.

10. Memberikan materi pelatihan K3 yang spesifik terkait suatu pekerjaan

Pastikan pekerja mendapatkan materi pelatihan yang spesifik mengenai pekerjaannya. Setiap pekerjaan, setiap mesin, setiap peralatan memiliki potensi bahaya dan prosedur pengoperasian yang berbeda dan memerlukan pengetahuan dan keterampilan K3 tertentu agar pekerja dapat menggunakannya dengan benar.

Catatan:

Hindari menjejali pekerja dengan banyak topik pelatihan dalam satu waktu. Bila materi pelatihan yang disajikan beragam, buatlah pelatihan selama beberapa hari agar pikiran pekerja tetap segar dan tetap terlibat aktif selama pelatihan.

 

Hasil pelatihan K3 harus dievaluasi untuk menentukan efektivitasnya. Evaluasi dilakukan terhadap seluruh aspek pelatihan seperti materi pelatihan dan dampak terhadap pekerja setelah kembali ke tempat kerja masing-masing. Terakhir, lakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan.

 

Semoga Bermanfaat, Salam Safety!

Sumber: www.SafetySign.co.id




Baca juga
14 Desember 2017
SAFETY STORY: Prinsip, Oh Prinsip
Walau dihadapkan pada pekerjaan yang menumpuk dan janji di penghujung hari yang mesti dipenuhi, Baihaki tetap melakukan semua pekerjaan dengan baik. Tidak asal-asalan.

7 Desember 2017
SAFETY STORY: Kehilangan Terbesar
Beberapa waktu kemudian, gas itu memenuhi tangki nomor 2 hingga keluar menuju ujung pipa yang sedang coba disambungkan oleh Mas Tri.

5 Desember 2017
6 Tahapan yang Tidak Boleh Diabaikan Dalam Penerapan Manajemen Risiko di Perusahaan
Pada dasarnya manajemen risiko bersifat pencegahan terhadap terjadinya kerugian maupun kecelakaan kerja.

30 November 2017
Heat Stress, Penyakit Mematikan Akibat Paparan Panas Ini Penting Diwaspadai Pekerja!
Efek penyakit akibat panas yang paling fatal adalah heat stroke. Bila dibiarkan tanpa penanganan yang serius, kondisi ini bisa mengancam jiwa pekerja.

23 November 2017
SAFETY STORY: Berenang di Kolam Hiu
Aku ingin memastikan, apakah benar dia bisa mengerjakan pekerjaan Bagus atau dia melakukannya agar dianggap rajin saja oleh mandor kami.