
Ribuan orang membungkuk dan mengambil posisi jongkok dibawah panas terik pesisir berbas pantai, Bontang, di ujung Kalimantan Timur.
Kebetulan saat itu tim Lorco sedang mendokumentasikan penanaman 7000 Pohon Bakau/ Mangrove yang merupakan bukti komitmen kepedulian lingkungan salah satu perusahaan yang ada disana.
Saat itu hadir sang Inspirator, Victor Emanuel Rayon yang sering disapa dengan Baba Akong. Bicaranya sudah agak kurang jelas ketika kami mewawancarainya, akibat serangan penyakit jantung yang dideritanya. Jantung yang sama, pemicu darah semangat pada pria sederhana untuk melakukan hal luar biasa. 16 tahun berjuang secara mandiri dengan biaya dari kantong pribadi, menanami pesisir pantai Flores, NTT dengan 3 juta pohon bakau. Apa yang sudah dilakukan pria penerima Kalpataru tahun 2009 ini, membuahkan hasil yang sangat signifikan. Tanaman yang mampu menyerap bahan berbahaya ini, selain mampu menahan gelombang tsunami, mampu pula menyediakan tempat berkumpulnya makhluk makhluk yang menguntungkan manusia seperti kepiting dan ikan. Hanya tinggal melangkah ke rawa pohon bakau, tak perlu ke tengah laut, ikan dan kepiting mudah untuk didapat.
16 juta pohon bakau…. bukan asal tanam. Waktu itu tim lorco mencoba ikut menanam beberapa… cukup melelahkan menggali tanah, menanam nya dengan sempurna mencoba meniru apa yang dicontohkan Baba Akong pada peserta. Tidak mudah menanam di bawah terik pesisir pantai. Tapi Baba Akong mampu menginspirasi kita. Sebuah wujud tanggung jawab terhadap bumi yang dia tempati.
16 juta pohon bakau…. sudah Baba Akong tanam, lalu… Berapa banyak yang sudah kita tanam ?
It’s Your Earth,…Save it or Leave It
Sumber: www.lorco.co.id
Foto diambil dari kickandy.com
































