Computer Vision Syndrome (CVS), Bahaya Terlalu Lama Bekerja Di Depan Komputer

8 Januari 2018

Computer Vision Syndrome (CVS), suatu kondisi yang muncul akibat penggunaan komputer lebih dari tiga jam secara terus-menerus dalam sehari. Kondisi ini dialami sekitar 70 juta orang di seluruh dunia. Sumber: The Guardian

Sumber: rebootvision.com

Menatap layar monitor berjam-jam setiap hari, bahkan tanpa cukup berkedip bisa menimbulkan masalah pada mata atau penglihatan. Pernahkah Anda merasakan sakit kepala, mata lelah, penglihatan kabur hingga sakit leher dan bahu? Jika iya, segera waspada bisa jadi Anda mengalami Computer Vision Syndrome (CVS).

Berdasarkan definisi dari Asosiasi Optometri Amerika (The America Optometric Association), CVS adalah sekumpulan gejala yang muncul setelah bekerja di depan layar komputer dalam waktu beberapa jam tanpa terputus. Mata yang dipaksa bekerja terus-menerus akan mengalami ketegangan dan kelelahan yang bisa mengakibatkan penurunan fungsi retina dan membuat pandangan menjadi buram.

Keluhan CVS mempengaruhi 75-90% orang-orang yang menghabiskan tiga jam atau lebih per hari di depan komputer. National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH)

Gangguan visus (ketajaman atau kejernihan) pada mata sebelumnya, kondisi tempat kerja yang buruk atau tidak ergonomis dan kebiasaan kerja yang tidak sehat, dapat meningkatkan risiko CVS pada pekerja. Faktor-faktor risiko tersebut menyebabkan penurunan kemampuan mata untuk berakomodasi.

 

 

CVS: Kenali Gejalanya, Hindari Penyebabnya

Kemungkinan CVS mengakibatkan kerusakan mata permanen memang kecil bahkan tidak ada, namun gangguan mata ini dapat mempengaruhi kenyamanan pekerja dalam menggunakan komputer. Bila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, dampaknya tidak hanya menimbulkan masalah penglihatan jangka panjang tetapi juga mengganggu produktivitas dan keselamatan kerja.

Apa saja gejala CVS yang harus diwaspadai pekerja?

Berikut gejala-gejala yang muncul bila pekerja mengalami CVS, antara lain:

Sumber: exyraeyewear.com

1. Mata kering dan iritasi

Permukaan depan mata dilapisi suatu jaringan yang mengandung kelenjar yang menghasilkan air, mukus dan minyak, yang disebut air mata. Air mata membantu mempertahankan oksigen yang tepat pada struktur mata bagian depan dan mempertahankan sifat optik sistem penglihatan. Dalam keadaan normal, lapisan air mata ini disegarkan kembali oleh kelopak mata dengan cara berkedip.

Refleks berkedip merupakan salah satu refleks yang paling cepat pada tubuh manusia. Berkedip bisa lebih cepat bila sedang aktif dan lebih lambat bila mengantuk atau sedang berkonsentrasi.

Penelitian menunjukkan bahwa kecepatan berkedip para pengguna komputer turun secara signifikan pada saat bekerja di depan komputer dibandingkan dengan sebelum atau sesudah bekerja. Hal ini disebabkan karena konsentrasi pada tugas atau kisaran gerak yang relatif terbatas.

Memandang layar komputer yang lebih tinggi juga membuat bukaan mata lebih lebar dan penguapan air mata lebih banyak. Sudut pandangan mata yang lebih tinggi mengakibatkan seseorang jadi jarang berkedip. Kondisi ini membuat seseorang mengalami mata kering dan iritasi.

2. Penglihatan kabur

Bila dilihat dari faktor lingkungan, mata kabur dapat disebabkan oleh layar monitor yang kotor, sudut penglihatan yang kurang baik, ada refleksi cahaya yang menyilaukan atau monitor yang dipakai ternyata berkualitas buruk atau rusak. Semua faktor tersebut harus dipertimbangkan bila keluhan mata kabur terjadi.

3. Mata lelah

Mata lelah atau astenopia adalah keluhan subjektif pada penglihatan dikarenakan penggunaan mata (dalam pekerjaan) secara berlebihan. Mata lelah, tegang atau pegal merupakan gangguan yang dialami mata karena otot-ototnya dipaksa bekerja keras terutama saat harus melihat objek dekat dalam jangka waktu lama.

Pada pengguna komputer, mata lelah terjadi karena kelelahan mata akibat memusatkan pandangan pada komputer di mana objek yang dilihat terlalu kecil, kurang terang, bergerak dan bergetar. Mata yang berkonsentrasi kurang berkedip, sehingga penguapan air mata meningkat dan mata menjadi kering.

4. Sakit kepala

Para pengguna komputer lebih besar kemungkinannya mengalami sakit kepala, lebih terasa pada satu sisi kepala daripada sisi yang lain. Sakit kepala dipicu kondisi kerja yang tidak layak, termasuk adanya silau, kurangnya pencahayaan, dan penyusunan letak komputer yang tidak tepat.

5. Sakit pada leher, bahu dan punggung

Saat di depan komputer, bila penglihatan kerja terhalang, otomatis mereka harus menyesuaikan posisi tubuh untuk mengurangi beban pada sistem penglihatan. Contohnya, pekerja yang menggunakan kacamata bifokal (biasa dirancang untuk melihat objek yang dekat 30 cm dengan bagian bawah kacamata), pekerja tersebut harus mendongak ke atas dan sedikit condong ke depan agar kacamata bagian bawah berada pada posisi yang tepat untuk melihat monitor. 

Kondisi ini jelas akan menimbulkan masalah fisik dan dapat diatasi dengan memakai kacamata yang tepat. Belum lagi bila kursi yang dipakai tidak ergonomis dan penempatan monitor tidak tepat, hal ini dapat menimbulkan sakit pada leher, bahu dan punggung.

6. Kepekaan terhadap cahaya

Faktor lingkungan kerja yang paling mengganggu saat menggunakan komputer adalah kesilauan. Ketidaknyamanan mata karena kesilauan terutama disebabkan perbedaan terang cahaya pada lapangan pandang.

Penyebab kesilauan yang mengganggu pengguna komputer biasanya karena jendela terbuka dengan cahaya matahari yang sangat terang, adanya kertas putih di meja, permukaan meja berwarna terang/ mengkilat, atau lampu meja diarahkan langsung ke mata. Hal ini memberi risiko silau yang mengurangi kenyamanan saat bekerja.

Penglihatan ganda akibat menatap layar komputer terlalu lama membuat otak menjadi lelah karena cenderung menekan atau menghilangkan bayangan pada salah satu mata. Ini merupakan kondisi yang sangat tidak nyaman dan tak dapat diterima oleh sistem penglihatan.

Apa saja faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang terkena CVS?

Faktor risiko atau penyebab yang dapat mengakibatkan pekerja terkena CVS, di antaranya:

  • Pencahayaan ruangan yang kurang baik, terlalu terang atau terlalu gelap
  • Kurang berkedip, menyebabkan penguapan air mata berlebihan dan membuat mata jadi kering
  • Debu pada layar komputer
  • Gangguan visus pada mata sebelumnya. Beberapa orang sudah memiliki masalah seperti koordinasi mata dan pemfokusan yang tidak jelas
  • Komputer dipasang sedemikian rupa yang membuat mata bekerja terlalu keras, di antaranya:
  • − Jenis huruf komputer yang digunakan terlalu kecil membuat penglihatan terlalu fokus pada satu pandangan
  • − Pantulan dari sumber cahaya di dekatnya atau dari jendela mungkin terlalu terang mengakibatkan kesilauan
  • − Letak layar komputer lebih tinggi dari level mata sehingga mengakibatkan mata cepat lelah dan otot leher menjadi tegang
  • Posisi duduk yang kurang benar, diperparah dengan penggunaan kursi yang tidak ergonomis
  • Terlalu lama menatap layar komputer dan jarak mata dengan layar terlalu dekat.

Waspada CVS, Lakukan Langkah-langkah Pencegahan Berikut Ini!

Jika Anda memiliki masalah mata atau penglihatan ketika menggunakan komputer, ikuti langkah-langkah pencegahan berikut ini:

Sumber: eyemichigan.com

  1. Jaga jarak pandang Anda dengan monitor 40-60 cm, tergantung kenyamanan
  2. Pasang monitor 10-20 cm lebih rendah dari mata. Dengan melihat ke arah bawah, mata lebih tertutup sehingga penguapan air mata penyebab mata kering dan lelah dapat diminimalkan
  3. Posisi tubuh saat menggunakan komputer harus tepat untuk mengurangi sakit pada leher, bahu dan punggung. Kursi kerja harus nyaman, empuk dan sesuai dengan kontur tubuh. Kursi kerja yang nyaman mampu menopang leher dan punggung, memiliki sandaran tangan dan ketinggian kursi dapat diatur sesuai kenyamanan

Poster K3 Keselamatan & Kenyamanan Duduk Di depan Komputer

  1. Tempatkan sumber cahaya pada bidang tegak lurus terhadap komputer untuk menghindari kesilauan dan tidak terlihat pantulannya pada monitor
  2. Pertimbangkan untuk memasang filter monitor bila tidak ada cara lain untuk meminimalkan silau dari sumber cahaya
  3. Atur kontras dan kecerahan layar sesuai kenyamanan mata Anda. Pengaturan ini juga dapat membantu mengurangi silau dan pantulan
  4. Gunakan jenis huruf dengan ukuran cukup besar
  5. Berusahalah untuk berkedip lebih sering
  6. Istirahatkan mata secara berkala, ikuti aturan 20-20-20. Jika Anda terlalu lama menatap monitor dan mata terasa lelah, setiap 20 menit istirahatkan mata Anda selama 20 detik. Juga istirahatkan mata Anda selama 3 menit setelah 3 jam menggunakan komputer secara terus-menerus. Dapat dengan memejamkan mata atau melihat objek lain yang jaraknya kurang lebih 6 meter dari tempat duduk Anda.
  7. Bersihkan monitor secara teratur. Debu dapat mengurangi ketajaman layar, membuat mata bekerja lebih keras
  8. Kompreslah mata Anda dengan air hangat atau air dingin untuk relaksasi
  9. Sediakan pencahayaan ruangan yang memadai, tidak terlalu gelap atau terlalu terang.

Lakukan pemeriksaan mata secara teratur dan ikuti kebiasaan yang tepat untuk membantu Anda mencegah atau mengurangi perkembangan gejala CVS.

Semoga Bermanfaat. Salam Safety!

Sumber: www.SafetySign.co.id




Baca juga
21 Juni 2018
SAFETY STORY: Oleh-oleh Lebaran untuk Bajang
Tiba-tiba Bajang merasa sangat lemas. Beberapa detik kemudian, Bajang terjatuh dan tidak sadarkan diri. Rekan-rekan kantor langsung membawanya ke rumah sakit.

14 Juni 2018
SAFETY STORY: Hari Pertemuan Sekaligus Perpisahan
Motor Lantip yang melaju cukup kencang di sisi kiri lambat laun mengarah ke tengah. Hal itu tidak disadari karena dalam waktu sepersekian detik, Lantip ternyata tertidur. Di saat bersamaan, sebuah mobil berkecepatan tinggi menyalip. Mobil itu melewati motor yang dikendarai Lantip sambil membunyikan klakson.

12 Juni 2018
Kebakaran Pabrik Cokelat hingga PRJ, Bukti Lemahnya Penerapan Prosedur Keselamatan Kebakaran
Dalam satu pekan terakhir, kebakaran telah melalap sejumlah pabrik di Kabupaten Bandung dan salah satu gedung bertingkat di Jakarta.

11 Juni 2018
[INFOGRAFIS] BAHAYA MICROSLEEP SAAT MENGEMUDI DAN TIPS MENCEGAHNYA
Saat periode microsleep terjadi, sebagian sel otak 'tertidur' untuk sesaat. Karena hanya berlangsung sangat singkat, serangan microsleep kerap tidak disadari pengemudi.

7 Juni 2018
SAFETY STORY: Selamatkan Diri dari Api
Di tengah kepanikan akibat kobaran api yang makin meluas, tiba-tiba terdengar suara ledakan yang cukup besar dari ruangan sekitar sumber api. Tidak tahu apa yang menjadi sebabnya, yang jelas suasana gedung yang terbakar jadi kian mencekam.