5 Cara Menumbuhkan Tanggung Jawab Karyawan terhadap Keselamatan Kerja di Perusahaan Anda

11 Juni 2013

Apa jawaban para karyawan ketika ditanya “Siapa yang bertanggungjawab atas keselamatan kerja di perusahaan ini? ”

Sudut pandang dalam artikel ini adalah upaya untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab karyawan terhadap keselamatan kerja masing masing.

Bagaimana cara untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab karyawan terhadap keselamatan kerja masing masing, sehingga tidak ada lagi yang berkata “kecelakaan kerja tidak akan terjadi pada saya” atau “keselamatan kerja di perusahaan ini tanggungjawab perusahaan saja dan bukan tanggungjawab karyawan” ?

 

1. Menerapkan  sebutan identitas perusahaan kepada karyawan. Misalnya jika nama perusahaannya global, maka karyawannya menamakan diri mereka “Global Mania”, karyawan PT. Prima disebut “Primer”, karyawan PT. Santosa disebut “Santosa Super Team”, dsb, silahkan sesuai kreativitas perusahaan. Sehingga misalnya mereka ketika berikrar mereka berkata  ”Global Mania akan mengutamakan keselamatan kerja dalam setiap aktivitas di dalam maupun di luar perusahaan”.

 

2. Memberikan kesempatan seluas luasnya kepada seluruh karyawan dari berbagai level, agar terbiasa untuk mengungkapkan semua permasalahan dan pendapat, termasuk dalam hal keselamatan kerja. Dari budaya kerja yang terbuka tersebut, tanpa disadari, setiap orang akan berbicara tentang keselamatan kerja. Darisanalah sebuah awal proses penyadaran akan tanggungjawab terhadap keselamatan kerja masing masing.

 

3. Sosialisasikan pada semua karyawan bahwa “zero accident”  itu sangat mungkin untuk dicapai, sehingga setiap karyawan yang bersikap pesimis harus segera diberi pengertian dengan baik.

 

4. Kondisikan agar para supervisor memiliki sikap yang ramah dan komunikatif terhadap tim nya masing masing. Studi menunjukkan bahwa hubungan yang baik antara supervisor dan anggota tim nya dapat meningkatkan prestasi keselamatan kerja perusahaan.

 

 5. Undang pembicara atau korban kecelakaan kerja untuk memberikan ceramah mengenai keselamatan kerja dan kisah penyebab dan akibat dari kecelakaan kerja. Hal tersebut adalah upaya pendekatan emosional pada karyawan terutama bagi mereka yang masih berprinsip bahwa “kecelakaan kerja tidak akan terjadi pada saya”.

 

Anda memiliki cara lain untuk menumbuhkan Tanggung Jawab Karyawan terhadap Keselamatan Kerja ?

Ayo berbagi untuk kesuksesan kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerja kita.

Salam Safety

Sumber: www.SafetySign.co.id

Yuk gabung di halaman FB kami: http://www.facebook.com/PTSafetySignIndonesia

Untuk berbagai info safety via twitter, follow kami di @SafetySignIndo




Baca juga
16 Maret 2017
10 Poin Penting yang Harus Dipahami Pekerja Tentang Perencanaan Tanggap Darurat
Perusahaan harus memiliki prosedur untuk menghadapi keadaan darurat atau bencana, yang diuji secara berkala untuk mengetahui keandalan pada saat kejadian yang sebenarnya.

3 Maret 2017
PPOK, Penyakit Paru Akibat Paparan Debu dan Asap yang Mengancam Jiwa Pekerja
PPOK awalnya mungkin tidak menunjukkan gejala atau hanya gejala ringan. Gejala baru akan muncul ketika

21 Februari 2017
[INFOGRAFIS] Hari Peduli Sampah Nasional 2017: Fakta Sampah di Laut Indonesia
Isu pencemaran sampah di laut ini semakin mencuat sejak dipublikasikannya hasil penelitian Jenna Jambeck, 2015 yang berjudul "Plastic waste inputs from land into the ocean"

21 Februari 2017
Suspensi, Komponen Penting yang Harus Dipertimbangkan Saat Membeli Safety Helmet
Safety helmet merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) yang wajib digunakan untuk melindungi para pekerja dari bahaya terkena benda jatuh dari atas, terkena benturan, dan bahaya listrik.

13 Februari 2017
Panduan Inspeksi dan Perawatan Pelindung Pendengaran, Ini Hal Penting yang Harus Dilakukan Pekerja!
Untuk meminimalkan risiko, para pekerja wajib menggunakan pelindung pendengaran saat bekerja di lingkungan yang mengandung paparan kebisingan melebihi 85 dB. Anda bisa menggunakan earplug atau earmuff yang memiliki nilai NRR (Noise Reduction Rate) sesuai nilai kebisingan di area kerja.