Studi IOSH: 42 Persen Kasus Kematian Akibat Melanoma Maligna Terjadi di Sektor Konstruksi

26 Januari 2016

Hasil studi Institution of Occupational Safety and Health (IOSH), lembaga keselamatan dan kesehatan kerja di Inggris, menunjukkan:

  • Sekitar 240 kasus baru melanoma terdiagnosis setiap tahunnya. Mayoritas disebabkan oleh paparan sinar matahari di tempat kerja.
  • Hampir setengah dari seluruh kasus diderita oleh pekerja konstruksi dan sebanyak 42 persen meninggal akibat melanoma.
  • Lebih dari 2/3 pekerja konstruksi berisiko terkena melanoma.

Selain pekerja konstruksi, melanoma juga bisa menyerang pekerja di bidang pertanian, administrasi, pertahanan publik, serta transportasi darat. Melanoma lebih banyak diderita pria dibanding wanita, yaitu sebanyak 39 korban meninggal dan 184 kasus.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Lesley Rushton dari Imperial College London juga menunjukkan, lebih dari 8000 korban meninggal akibat kanker per tahunnya disebabkan oleh penyakit akibat kerja (PAK).

Mengenal Melanoma Maligna

Melanoma maligna atau biasa disebut dengan melanoma merupakan penyakit kanker yang menyerang kulit di mana sel-sel kanker berkembang pada sel melanosit yang menghasilkan melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit. Umumnya, penyebab kanker kulit melanoma ini adalah paparan sinar matahari berlebih.

Sinar matahari yang mengandung ultraviolet bisa memengaruhi kulit. Meski kebanyakan kasus melanoma disebabkan oleh paparan sinar matahari, penyebab lain juga bisa meningkatkan seseorang terkena melanoma, di antaranya:

  • Memiliki banyak bintik-bintik
  • Memiliki banyak tahi lalat
  • Usia
  • Warna kulit yang pucat lebih mudah terbakar dan kulit sulit berubah jadi hitam
  • Mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh
  • Faktor genetik, ada anggota keluarga yang mengidap melanoma

Di Inggris, penyakit ini sudah merenggut nyawa sekitar 1.200 orang setiap tahunnya, namun banyak orang yang tetap tidak menyadari bahaya kanker kulit, dengan gejala kulit terbakar, serta tanda-tanda penyakit mematikan ini. Studi British Association of Dermatologist (BAD) menunjukkan, sebanyak 77 persen orang tidak mengenali tanda-tanda melanoma, tumor kanker kulit ganas. 

Munculnya melanoma ditandai dengan adanya tahi lalat yang memiliki karakteristik yang berbeda dari biasanya. Bentuk tahi lalat tidak teratur (bukan oval atau bulat), warna tahi lalat terus berubah dan tidak merata, tahi lalat berdiamater 1/4 inci atau sekitar 6 mm, dan merasa gatal pada area tahi lalat, terkadang mengalami pendarahan. Melanoma bisa tumbuh di bagian tubuh manapun, tapi beberapa bagian tubuh yang sering terpengaruh adalah wajah, tangan, punggung, dan kaki.

Kanker kulit melanoma ini merupakan kanker paling umum ke-19 di dunia. Sebanyak 200.000 kasus baru melanoma terjadi di dunia. Kasus melanoma tertinggi terjadi di Australia dan New Zealand, sedangkan Negara-negara Asia umumnya memiliki kasus melanoma terendah. Menurut WHO, sekitar 3.300 kasus melanoma baru terjadi di Indonesia. Meski terhitung jarang, kanker kulit jenis ini dapat berakibat fatal jika tidak terdiagnosis secara awal. Kanker tak hanya menyerang kulit kulit, tetapi bisa menyebar ke organ tubuh lainnya, hingga mengakibatkan kematian.

Langkah Pencegahan Melanoma Maligna untuk Pekerja Konstruksi

Studi IOSH menemukan, pekerja konstruksi rata-rata bekerja tujuh jam per hari dan 60 persen pekerja mengaku kulitnya sering terkena paparan sinar matahari. Meski demikian, hanya 39 persen yang berisiko terkena kanker kulit. Untuk mengatasi hal ini, sebanyak 86 persen pekerja diharuskan banyak minum air putih, 57 persen mengenakan kacamata pelindung sinar UV, dan 57 persen menggunakan krim anti UV.

IOSH juga mendorong manajemen perusahaan untuk menerapkan strategi bekerja aman di bawah paparan sinar matahari untuk para pekerjanya, antara lain:

  1. Mengakses informasi prakiraan cuaca terbaru mengenai indeks UV.
  2. Meminimalkan paparan sinar matahari di tengah hari, sebab sekitar pukul 11.00-13.00 matahari sedang berada di puncak terpanas. Tetapi pada waktu berbeda, matahari juga bisa terasa sangat menyengat dan memiliki efek merusak. Bila Anda terpaksa harus bekerja di luar ruangan pada jam-jam tersebut, usahakan tutupi diri Anda dengan pakaian yang tepat serta memakai tabir surya.
  3. Mewajibkan para pekerja untuk mengenakan alat pelindung diri lengkap ketika bekerja di bawah terik matahari, antara lain mengenakan pakaian berlengan panjang, pelindung leher, kacamata pelindung sinar UV, sepatu tertutup, dan menggunakan helm keselamatan.
  4. Banyak minum air putih minimal 8 gelas per hari untuk melembabkan kulit dan mencegah keriput akibat pajanan sinar matahari.

Jika berbicara tentang kanker kulit melanoma, pencegahan terbaik adalah dengan menghindarkan kulit dari paparan langsung sinar matahari. Cara-cara di atas dapat Anda praktekkan untuk mencegah munculnya kanker kulit. Segera konsultasikan kepada dokter jika melihat gejala-gejala melanoma di tubuh Anda. Diagnosis dini ini membantu dalam meningkatkan cara pengobatan yang berhasil.

Lihat video berikut ini:

Salam safety!

Oleh Copywriter PT Safety Sign Indonesia

Sumber gambar:  gettyimages.com




Baca juga
21 Juni 2018
SAFETY STORY: Oleh-oleh Lebaran untuk Bajang
Tiba-tiba Bajang merasa sangat lemas. Beberapa detik kemudian, Bajang terjatuh dan tidak sadarkan diri. Rekan-rekan kantor langsung membawanya ke rumah sakit.

14 Juni 2018
SAFETY STORY: Hari Pertemuan Sekaligus Perpisahan
Motor Lantip yang melaju cukup kencang di sisi kiri lambat laun mengarah ke tengah. Hal itu tidak disadari karena dalam waktu sepersekian detik, Lantip ternyata tertidur. Di saat bersamaan, sebuah mobil berkecepatan tinggi menyalip. Mobil itu melewati motor yang dikendarai Lantip sambil membunyikan klakson.

12 Juni 2018
Kebakaran Pabrik Cokelat hingga PRJ, Bukti Lemahnya Penerapan Prosedur Keselamatan Kebakaran
Dalam satu pekan terakhir, kebakaran telah melalap sejumlah pabrik di Kabupaten Bandung dan salah satu gedung bertingkat di Jakarta.

11 Juni 2018
[INFOGRAFIS] BAHAYA MICROSLEEP SAAT MENGEMUDI DAN TIPS MENCEGAHNYA
Saat periode microsleep terjadi, sebagian sel otak 'tertidur' untuk sesaat. Karena hanya berlangsung sangat singkat, serangan microsleep kerap tidak disadari pengemudi.

7 Juni 2018
SAFETY STORY: Selamatkan Diri dari Api
Di tengah kepanikan akibat kobaran api yang makin meluas, tiba-tiba terdengar suara ledakan yang cukup besar dari ruangan sekitar sumber api. Tidak tahu apa yang menjadi sebabnya, yang jelas suasana gedung yang terbakar jadi kian mencekam.