20 Hand Signal Sesuai Standar Internasional OSHA/ANSI, Sejauh Mana Anda Memahaminya?

23 Mei 2016

Apakah Anda seorang signalman atau operator crane, sobat pro safety? Jika ya, pastinya Anda sudah tidak asing lagi mendengar istilah hand signal. Berdasarkan standar internasional OSHA CFR Part. 1926.550 dan ANSI B30.5, aba-aba tangan yang digunakan untuk mengarahkan pengoperasian crane harus dipahami signalman dan operator.

Pasalnya, kecelakaan fatal masih banyak terjadi akibat miss communication karena aba-aba yang digunakan tidak standar atau operator crane tidak mengikuti aba-aba yang diarahkan. Data Bureau of Labor Statistic (BLS) mencatat, di Amerika Serikat, sebanyak 72 kecelakaan fatal akibat crane terjadi pada tahun 2006. Paling sering kecelakaan crane terjadi karena boom kontak dengan jaringan listrik, crane terbalik, runtuhnya boom crane, dan signalman kurang memahami aba-aba sesuai standar atau operator crane yang lalai tidak mengikuti aba-aba.

Untuk itu, standar OSHA menyatakan bahwa operator crane dan signalman harus dilakukan oleh seorang yang terlatih dan berpengalaman. Signalman juga wajib memberikan instruksi berupa hand signal sesuai standar dan operator crane wajib mengikuti arahan yang diberikan signalman. Berikut hand signal sesuai standar internasional ANSI/OSHA yang harus Anda pahami saat pengoperasian crane :

1. Hoist

Angkat lengan membentuk siku-siku dengan posisi jari telunjuk ke atas sambil tangan diputar searah jarum jam. Isyarat ini digunakan pada proses pengangkatan barang/beban.

2. Lower

Angkat lengan membentuk siku-siku dengan posisi jari telunjuk menunjuk ke bawah sambil tangan diputar searah jarum jam. Isyarat ini digunakan pada proses penurunan barang/ beban.

3. Use Main Hoist

Isyarat tangan ini digunakan khusus untuk crawler, truck, dan locomotive crane. Angkat lengan tepat di atas helm dengan posisi tangan mengepal sambil mengetuk helm, selanjutnya lakukan isyarat tangan lain untuk melanjutkan aktivitas pengoperasian crane. Gerakan ini memiliki arti agar operator crane menggunakan hoist utama.

4. Use whipeline

Angkat lengan kanan setinggi pinggang dan posisikan lengan ditekuk menyiku, lalu gerakan telapak tangan kiri menyentuh siku lengan kanan secara berulang-ulang. Isyarat ini memberikan petunjuk agar operator crane menggunakan whipline atau auxiliary hoist.

5. Raise Boom

Angkat lengan kanan setinggi bahu, lurus ke samping dengan posisi tangan mengepal dan ibu jari menunjuk ke atas. Isyarat ini berarti boom di naikkan.

6. Lower Boom

Angkat lengan kanan setinggi bahu, lurus ke samping dengan posisi tangan mengepal ibu jari menunjuk ke bawah. Isyarat ini berarti boom di turunkan.

7. Move Slowly

Telunjuk menunjuk ke atas putar searah jarum jam di bawah telapak tangan yang lain. Isyarat tangan ini memiliki arti menaikkan atau menurunkan beban secara perlahan-lahan.

8. Raise the Boom and Lower the Load

Angkat lengan kanan setinggi bahu, luruskan ke samping dengan posisi tangan mengepal dan ibu jari menunjuk ke atas, lalu gerakan keempat jari mengarah ke dalam dan keluar hingga gerakan beban sesuai yang dikehendaki.

Gerakan ini bisa  juga dilakukan dengan mengangkat lengan kanan setinggi bahu, luruskan ke samping dengan posisi tangan mengepal dan ibu jari menunjuk ke atas, sedangkan lengan kiri angkat membentuk siku-siku dengan posisi jari telunjuk menunjuk ke bawah sambil tangan diputar searah jarum jam. Isyarat ini berarti operator harus menaikkan boom dan menurunkan beban.

9. Lower the Boom and Raise the Load

Angkat lengan kanan setinggi bahu, luruskan ke samping dengan posisi tangan mengepal dan ibu jari menunjuk ke bawah, lalu gerakan keempat jari mengarah ke dalam dan keluar hingga gerakan beban sesuai yang dikehendaki.

Gerakan ini bisa  juga dilakukan dengan mengangkat lengan kanan setinggi bahu, luruskan ke samping dengan posisi tangan mengepal dan ibu jari menunjuk ke bawah, sedangkan lengan kiri angkat membentuk siku-siku dengan posisi jari telunjuk menunjuk ke atas sambil tangan diputar searah jarum jam. Isyarat ini berarti operator harus menurunkan boom dan menaikkan beban.

10. Swing

Angkat lengan setinggi bahu luruskan ke samping dengan posisi telunjuk menunjuk ke samping. Swing berarti boom atau takel digerakkan sesuai arah yang dikehendaki.

11. Stop

Angkat salah satu lengan setinggi bahu luruskan ke samping dengan posisi tangan terbuka ke arah bawah. Isyarat ini berarti boom atau takel dihentikan sementara waktu.

12. Emergency Stop

Angkat kedua lengan setinggi bahu luruskan ke samping dengan posisi tangan terbuka ke arah bawah sambil digerak-gerakkan naik turun. Isyarat ini berarti operasi boom atau takel harus diberhentikan karena kondisi darurat.

13. Travel

Ada kalanya posisi crane kurang pas dengan keinginan juru ikat (rigger). Untuk itu, diperlukan gerakan berpindah agar sesuai dengan posisi yang dikehendaki. Kedua lengan diangkat ke depan setinggi bahu dengan kedua telapak tangan di buka posisi seperti mendorong. Artinya, crane harus bergerak mundur atau maju sesuai perintah.

14. Dog Everything

Salah satu tangan memegang tangan yang lain di depan setinggi  pinggang. Isyarat ini berarti peralatan dalam kondisi standby atau berhenti operasi.

15. Travel (Both Tracks)

Angkat kedua lengan setinggi pinggang dengan posisi tangan mengepal dan buatlah gerakan tangan berputar. Bila gerakan mengarah ke badan signalman, artinya crane harus bergerak mendekatinya. Sebaliknya, bila arah putaran menjauh dari signalman, artinya crane harus bergerak menjauh atau crane harus mundur. Isyarat tangan ini hanya digunakan untuk crawler crane.

16. Travel (One Track)

Isyarat tangan ini hanya digunakan untuk crawler crane. Angkat lengan membentuk siku-siku dengan posisi tangan mengepal , lalu lengan lainnya diangkat setinggi pinggang dengan posisi tangan mengepal sambil diputar mengarah keluar.

17. Extend Boom

Isyarat ini digunakan khusus untuk telescopic crane. Kedua lengan diangkat membentuk siku ke depan dengan posisi telapak tangan ke atas jari dikepal, ibu jari menunjuk ke samping luar. Artinya, boom

18. Retract Boom

Isyarat ini digunakan khusus untuk telescopic crane. Kedua lengan diangkat membentuk siku ke depan dengan posisi telapak tangan ke atas jari dikepal, ibu jari menunjuk ke dalam. Artinya, boom diperpendek.

19. Extend Boom (One Hand)

Jenis isyarat ini hanya dilakukan dengan satu tangan apabila tangan lain sedang memegang barang yang diangkat atau tali kendali. Extend boom ditandai dengan mengarahkan ibu jari ke badan signalman sendiri. Aba-aba ini hanya digunakan untuk tipe telescopic crane.

20. Retract Boom (One Hand)

Aba-aba ini hanya digunakan untuk tipe telescopic crane. Restract boom ditandai dengan mengarahkan ibu jari ke crane atau operator dan tangan lainnya memegang barang yang diangkat atau tali kendali.

*             *             *

Hand signal atau isyarat tangan hanya digunakan ketika jarak antara signalman dengan operator memiliki tingkat visibilitas yang jelas. Bila hal tersebut tidak terpenuhi, maka signalman bisa menggunakan radio untuk komunikasi dan memberikan instruksi.

Perlu dipahami juga, meskipun hand signal memungkinkan dilakukan, signalman dan operator crane harus tetap memegang radio dua arah. Terlalu banyak kecelakaan yang diakibatkan kesalahan dalam mengartikan hand signal, sehingga radio bisa menjadi alternatif untuk menghindari masalah tersebut. Segera hentikan operasi crane bila hand signal dan komunikasi melalui radio tidak memungkinkan.

Intinya, seorang signalman harus berkualitas, berpengalaman, memahami fungsi dan cara kerja crane, wajib memahami hand signal sesuai standar dan tanggung jawabnya dalam kelancaran pengoperasian crane. Maka dari itu, pemberi aba-aba dalam pengoperasian crane tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Diperlukan pelatihan dan sertifikasi bagi signalman yang bertanggung jawab mengarahkan crane.

Dapatkan poster hand signal eksklusif, kreatif, dan menarik khusus untuk perusahaan Anda di sini!

Semoga Bermanfaat, Salam safety!

Sumber: www.SafetySign.co.id

Sumber gambar: fema.gov, firstaidandsafetyonline.com