High-Visibility Clothing, Kapan Sebaiknya Digunakan dan Bagaimana Cara Memilihnya?

29 Agustus 2016

Dilansir dari safetyandhealthmagazine.com, asosiasi kontraktor di Amerika menyatakan, saat proyek konstruksi jalan sedang dilaksanakan, sekitar 45 persen kendaraan yang melaju di area tersebut menabrak batas zona konstruksi karena tingkat visibilitas yang rendah. Insiden ini terjadi sepanjang tahun 2015.

Sumber: constructionreviewonline.com

Bekerja di area dengan penerangan minim dan tingkat visibilitas rendah tentu bisa membahayakan nyawa pekerja. Pemakaian high visibility clothing atau high-visibility safety apparel (HVSA) sangat diperlukan untuk memudahkan pekerja/ operator alat berat/ pengemudi kendaraan melihat keberadaan pekerja lain. HVSA sangat penting dipakai terutama jika Anda bekerja di area lalu lintas kendaraan atau area operasi alat berat.

 

Apa itu HVSA?

High-visibility safety apparel (HVSA) adalah pakaian (seperti rompi, bib, atau coverall) yang dirancang dengan visibilitas tinggi agar mudah dilihat pekerja lain dalam kondisi gelap atau penerangan minim.

HVSA ini biasa dipakai oleh pekerja konstruksi, pertambangan, petugas keamanan, personel tanggap darurat, dll. yang selalu berada dalam risiko tinggi akibat rendahnya tingkat visibilitas. Pemakaian HVSA ini mampu meningkatkan tingkat visibilitas para pekerja tersebut dalam berbagai kondisi cuaca dan pencahayaan. Sehingga, kecelakaan kerja pun dapat diminimalkan.

Apa perbedaan antara bahan fluorescent, retroreflective, dan combined-performance material?

Bahan fluorescent adalah bahan dasar HVSA yang dibuat menggunakan pigmen khusus agar warna yang dikeluarkan tampak lebih cerah dari warna lainnya. Meski berwarna sama, bahan fluorescent akan tampak lebih terang daripada bahan non-fluorescent, terutama saat berada di area dengan pencahayaan alami (sumber penerangan hanya dari cahaya matahari) yang minim. Bahan ini dapat meningkatkan visibilitas di siang hari, terutama dalam kondisi berawan, kabut, senja, saat terbit matahari, dll.

Bahan retroreflective adalah bahan HVSA yang dibuat dengan pola spesifik agar mudah dilihat di area minim pencahayaan, terutama pada malam hari. Penggunaan bahan ini memudahkan pengendara atau operator alat berat melihat cahaya yang dipantulkan dari bahan retroreflective pada HVSA yang digunakan pekerja. Kurangnya kontras membuat bahan retroreflective tidak efektif untuk meningkatkan visibilitas di siang hari.

Sedangkan standar ANSI/ISEA 107 merekomendasikan untuk menggabungkan kedua bahan tersebut (combined-performance material), sehingga fungsi HVSA untuk memberikan bantuan visual bagi pengemudi kendaraan atau pekerja lain bisa lebih optimal.

Sumber: workzonesafety.org

Bagaimana cara memilih HVSA yang tepat sesuai level bahaya?

Standar ANSI/ISEA 107-2015 membagi HVSA ke dalam tiga kelas yang dibuat berdasarkan kondisi lingkungan kerja dan potensi bahaya di area kerja:

Kelas 1, digunakan untuk memberikan perlindungan tingkat rendah dimana penggunanya bekerja di lingkungan kerja non-kompleks. Cocok digunakan untuk melindungi pekerja dari bahaya kendaraan bergerak, peralatan dan mesin, tapi tidak mencakup perlindungan bagi pekerja yang berada di area lalu lintas jalan raya.

Sumber: ccohs.ca

 

Kelas 2, digunakan untuk memberikan perlindungan tingkat sedang dimana penggunanya bekerja di area lalu lintas jalan raya, lalu lintas kendaraan konstruksi/ pertambangan, dan area operasi alat berat. Bahan HVSA yang digunakan memberikan tingkat visibilitas lebih tinggi dari HVSA kelas 1.

Sumber: ccohs.ca

 

Kelas 3, digunakan untuk memberikan perlindungan tingkat tinggi dan digunakan untuk area dengan pencahayaan sangat minim dan pada jarak yang jauh. Cocok digunakan untuk melindungi pekerja  yang berada di lingkungan kerja kompleks dan berada di lokasi atau dekat dengan lalu lintas kendaraan dan operasi alat berat. Penggunaan bahan fluorescent, retroreflective, dan combined-performance material diperlukan untuk pembuatan HVSA lengkap, mencakup pakaian dan celana serta coverall .

 

Sumber: ccohs.ca

 

Memilih HVSA sesuai tingkat potensi bahaya

Potensi Bahaya

Penjelasan

Potensi bahaya tingkat rendah

Direkomendasikan menggunakan HVSA kelas 1 atau kelas 2 berdasarkan kondisi tertentu

 

Contoh kondisi kerja dengan potensi bahaya tingkat rendah:

o Kegiatan pekerja membutuhkan konsentrasi tinggi dan berada dekat dengan area lalu lintas kendaraan

o Di area kerja terdapat tanda pemisah antara pekerja dan lalu lintas kendaraan

o Latar belakang pekerjaan tidak kompleks, memungkinkan untuk visibilitas optimal

o Berada di area lalu lintas kendaraan yang bergerak dengan kecepatan lambat atau kurang dari 40km/jam

 

Contoh pekerjaannya meliputi:

o Pekerja yang bertugas mengarahkan operator kendaraan saat parkir atau beroperasi di area kerja

o Pekerja yang bertugas mengambil keranjang belanja di area parkir

o Pekerja yang bertugas di area pergudangan

o Pekerja yang bertugas memelihara trotoar jalan

o Pekerja yang bertugas dalam operasi pengiriman atau penerimaan barang

Potensi bahaya tingkat sedang

Direkomendasikan menggunakan HVSA kelas 2 atau kelas 3 berdasarkan kondisi tertentu

Contoh kondisi kerja dengan bahaya tingkat sedang:

o Kendaraan atau peralatan bergerak dengan kecepatan antara 40-80 km/jam

o Pekerja membutuhkan visibilitas yang lebih tinggi dalam kondisi cuaca buruk atau tingkat pencahayaan rendah

o Latar belakang pekerjaan kompleks

o Kegiatan pekerja membutuhkan konsentrasi tinggi dan berada dekat dengan area lalu lintas kendaraan

o Aktivitas kerja berada di area atau dekat dengan area lalu lintas kendaraan, operasi alat berat, dan lalu lintas jalan raya.

Contoh pekerjaannya meliputi:

o Pekerja konstruksi jalan raya

o Pekerja bidang kelistrikan

o Pekerja bidang kehutanan

o Petugas di gerbang tol/ jalan tol

o Petugas bagasi bandara dan kru darat bandara

o Personel tanggap darurat

o Penyidik kecelakaan

o Pekerja rel kereta api

Potensi bahaya tingkat tinggi

Direkomendasikan menggunakan HVSA kelas 2 untuk siang hari, kelas 3 untuk kondisi pencahayaan minim/ malam hari

Contoh kondisi kerja dengan potensi bahaya tingkat tinggi:

o Kendaraan bergerak dengan kecepatan melebihi 80 km/jam

o Pekerja melakukan aktivitas atau sering melalui area operasi bongkar muat barang berkapasitas besar

o Situasi di mana gerakan tubuh pekerja harus terlihat minimal dari jarak 390 meter

o Semua aktivitas kerja di area dengan pencahayaan minim atau pada malam hari

Contoh pekerjaannya meliputi:

o Pekerja konstruksi jalan raya

o Pekerja bidang kelistrikan

o Personel tanggap darurat

o Petugas patroli jalan tol atau layanan lalu lintas

o Surveyor

o Flagger (orang yang mengarahkan lalu lintas yang melewati area konstruksi menggunakan tanda-tanda atau bendera)

 

Untuk perlindungan maksimal dengan tingkat visibilitas tinggi, ANSI/ISEA 107-2015 sudah menetapkan tiga pilihan warna bahan dasar dan retroreflective-combination yang bisa dipilih,  yaitu fluorescent kuning-hijau, fluorescent oranye-merah, dan fluorescent merah.  Saat memilih warna HVSA yang tepat, pekerja harus mempertimbangkan area kerja. Apakah itu di hutan, lepas pantai, jalan raya, atau area lainnya. Juga perhatikan warna alat-alat kerja yang digunakan. Misalnya, jika alat-alat berat berwarna kuning, jangan pilih warna kuning sebagai warna dasar HVSA.

Intinya, pilihlah warna dan bahan yang membuat para pekerja dapat terlihat secara jelas di siang hari atau kondisi pencahayaan minim dan bisa dibedakan dengan mudah dari objek lainnya. Pastikan HVSA yang Anda pilih sesuai dengan standar internasional yang berlaku, salah satunya ANSI/ISEA 107-2015.

Semoga Bermanfaat, Salam safety!

Sumber: www.SafetySign.co.id