Panduan Inspeksi dan Perawatan Pelindung Pendengaran, Ini Hal Penting yang Harus Dilakukan Pekerja!

13 Februari 2017

Diperkirakan sepertiga (lebih dari 60 juta pekerja di dunia) terpapar kebisingan selama lebih dari seperempat dari waktu kerja mereka. Lebih dari 13 juta pekerja, tidak hanya di bidang industri tetapi juga di sektor pelayanan publik, pendidikan, dan hiburan diduga telah menderita gangguan pendengaran akibat bising (GPAB) di tempat kerja. World Health Organization (WHO)

Paparan kebisingan di tempat kerja mungkin tidak bisa dihindari, namun risiko gangguan pendengaran dapat Anda cegah secara optimal. Selain pengendalian teknik di sumber suara, penggunaan pelindung pendengaran ketika bekerja dengan paparan kebisingan tinggi juga merupakan upaya pencegahan yang penting dilakukan.

Untuk meminimalkan risiko, para pekerja wajib menggunakan pelindung pendengaran saat bekerja di lingkungan yang mengandung paparan kebisingan melebihi 85 dB. Anda bisa menggunakan earplug atau earmuff yang memiliki nilai NRR (Noise Reduction Rate) sesuai nilai kebisingan di area kerja.

 

 

Namun perlu Anda pahami, meski earplug atau earmuff dapat memberikan perlindungan dari paparan kebisingan, efektivitasnya akan berkurang jika alat tersebut tidak terpasang  secara fit/ tepat atau ternyata pelindung pendengaran yang Anda gunakan sudah masuk masa penggantian sehingga manfaatnya sebagai alat perlindungan kurang begitu maksimal.

Tahukah Anda earplug atau earmuff memiliki masa pakai atau penggantian? Setiap earplug atau earmuff memiliki masa penggantian yang berbeda-beda tergantung jenisnya. Inilah hal yang jarang diketahui pekerja atau pekerja sudah tahu namun kerap mengabaikannya.

Untuk mengetahui waktu penggantian earplug atau earmuff, petugas yang kompeten wajib melakukan pemeriksaan alat pelindung pendengaran secara berkala. Pasalnya, frekuensi penggunaan, durasi dan tingginya paparan akan memengaruhi performa pelindung pendengaran dalam menahan dampak bahaya. 

Layaknya alat pelindung diri (APD) lain, pelindung pendengaran juga perlu mendapatkan perawatan khusus dan inspeksi rutin. Tujuannya agar performa earplug atau earmuff dalam melindungi telinga dari risiko gangguan pendengaran atau bahaya lainnya dapat berfungsi maksimal dan juga untuk mengidentifikasi kapan sebaiknya pelindung pendengaran perlu dilakukan penggantian.

Inspeksi dan Perawatan Pelindung Pendengaran, Bagaimana Melakukannya?

POSTER K3 ANDA BERADA DI AREA DENGAN TINGKAT KEBISINGAN TINGGI

Apa yang harus diketahui pekerja tentang inspeksi dan perawatan pelindung pendengaran? Sama seperti APD lainnya, pelindung pendengaran juga memiliki masa pakai yang lama-kelamaan akan mengalami kerusakan atau keausan dan tidak bisa bertahan selamanya. Untuk memastikan setiap pelindung pendengaran memberikan perlindungan maksimal, maka pemeriksaan dan perawatan rutin perlu dilakukan.

Inspeksi dan Perawatan Pelindung Pendengaran (Earplug dan Earmuff)

1. Single-Use Earplug

 

Inspeksi

Dengan tangan yang bersih, lakukan pemeriksaan fisik pada earplug sebelum digunakan, periksa earplug dari kotoran, kerusakan, atau tingkat fleksibilitasnya.

Catatan: Ganti earplug jika terdapat kerusakan fisik, kotor, keras, atau tidak fleksibel.

 

Perawatan

Untuk mempertahankan standar kebersihan dan menjaga performa earplug, single-use earplug harus dibuang pada akhir shift kerja atau setelah Anda menggunakannya.

 

Masa pakai (penggantian)

Single-use earplug hanya untuk penggunaan sekali pakai. Buang earplug setelah digunakan.

2. Multiple-Use Earplug

 

Inspeksi

  • Periksa kerusakan dan keausan secara teratur
  • Dengan tangan yang bersih, lakukan pemeriksaan fisik pada earplug sebelum digunakan
  • Periksa earplug dari kotoran, kerusakan, perubahan bentuk atau tingkat fleksibilitasnya.

 

Catatan: Untuk multiple-use earplug performanya akan berkurang tergantung jenis dan faktor lingkungan. Ganti earplug jika terdapat kerusakan fisik, kotor, mengeras atau melunak, mengalami perubahan bentuk atau tidak fleksibel.

 

Perawatan

  • Multiple-use earplug atau reusable earplug dapat dicuci menggunakan sabun lembut dan air hangat
  • Hindari membersihkan earplug menggunakan alkohol, aseton, atau bahan kimia lainnya
  • Keringkan earplug menggunakan handuk dengan menekannya secara lembut dan perlahan
  • Simpan earplug di dalam kotak khusus yang bersih dan kering jika tidak digunakan.

 

Masa pakai (penggantian)

Dengan perawatan yang tepat, multiple-use earplug bisa bertahan selama 2-4 minggu.

3. Banded Plug

 

Inspeksi

  • Periksa kerusakan dan keausan secara teratur
  • Dengan tangan yang bersih, lakukan pemeriksaan fisik pada earplug sebelum digunakan
  • Periksa earpods dari kotoran, kerusakan, atau tingkat fleksibilitasnya.

 

Catatan: Ganti earpods jika terdapat kerusakan fisik, kotor, keras, atau tidak fleksibel.

 

Perawatan

  • Cuci pods dan headband menggunakan sabun lembut dan air hangat.
  • Hindari membersihkan earpods menggunakan alkohol, aseton, atau bahan kimia lainnya.
  • Keringkan menggunakan handuk dengan menekannya secara lembut dan perlahan.
  • Simpan earplug di dalam kotak khusus yang bersih dan kering jika tidak digunakan.

 

Masa pakai (penggantian)

Banded earplug ideal digunakan untuk pemakaian secara berselang atau terputus-putus. Ganti pods setiap 2-4 minggu untuk memastikan perlindungan dan kinerja earplug tetap optimal.

4. Earmuff

  

Inspeksi

  • Periksa kerusakan dan keausan secara teratur
  • Periksa bantal telinga dari kerusakan, keausan, dan kelenturannya. Ganti bantal telinga bila terdapat kerusakan fisik atau tidak lentur lagi
  • Periksa unit headband dari kerusakan, keausan, dan kelonggaran. Ganti headband apabila sudah longgar sehingga penutup telinga tidak menempel sempurna.

 

Perawatan

  • Bersihkan earmuff dengan deterjen cair ringan, kemudian bilas dengan air hangat. Earmuff tidak mungkin dicelupkan ke dalam air ketika dibersihkan. Pastikan bahan peredam suara di dalam penutup telinga tidak basah.
  • Jangan gunakan alkohol atau bahan pelarut
  • Gunakan sikat halus untuk menghilangkan minyak dan kotoran yang dapat mengeraskan bahan penutup telinga.

 

Masa pakai (penggantian)

Performa bantalan earmuff (ear cushion dan foam insert) dapat menurun dari waktu ke waktu. Ganti komponen ini setiap 6-8 bulan untuk pemakaian normal, atau setiap 3-4 bulan untuk frekuensi penggunaan sering/ berlebih  atau penggunaan pada kondisi lingkungan dengan kelembaban tinggi atau cuaca ekstrem.

 

Agar fungsi pelindung pendengaran lebih maksimal, ikuti instruksi produsen saat melakukan pemeriksaan dan perawatan earplug atau earmuff. Pelindung pendengaran merupakan alat yang penting untuk melindungi pekerja dari paparan kebisingan. Jika kondisi pelindung pendengaran yang digunakan tidak layak dan hal itu tidak diketahui pekerja, kebisingan bisa merusak pendengaran mereka, baik sementara atau permanen. Lakukan panduan inspeksi dan perawatan earplug dan earmuff di atas untuk menjaga performanya tetap maksimal!

Ingin mendapatkan Panduan Inspeksi dan Perawatan Pelindung Pendengaran secara GRATIS?

Download di sini

Semoga Bermanfaat, Salam Safety!

Sumber: www.SafetySign.co.id




Baca juga
10 Desember 2018
9 Langkah Membuat Rencana Pengelolaan Limbah Industri
Fakta menyatakan bahwa dampak limbah industri lebih berbahaya dibanding limbah domestik atau rumah tangga. Apa sajakah dampaknya dan cara pengelolaannya? Simak selengkapnya!

6 Desember 2018
Keselamatan Mengoperasikan Alat Berat, Ini yang Harus Dipahami Operator!
Pekerjaan dengan menggunakan alat berat memiliki risiko kecelakaan yang sangat tinggi, bahkan bisa mengakibatkan kematian jika tidak berhati-hati. Apa saja yang perlu dipahami untuk keselamatan di area kerja? Simak selengkapnya!

22 November 2018
SAFETY STORY: Pentingnya Melaporkan Near Miss
Saat itu, ada seorang pekerja yang hampir celaka gara-gara sebuah palu dari lantai 5 terjatuh tepat di sampingnya.

31 Oktober 2018
SAFETY STORY: Guna Alat Pelindung Kepala
Di tempat kerja yang tinggi potensi bahaya, maut itu ibarat harimau yang kelaparan di tengah hutan. Dia siap menerkam siapa saja yang lengah walau sesaat.

29 Oktober 2018
10 Langkah Efektif Mencegah Bahaya Terpeleset, Tersandung, dan Terjatuh di Tempat Kerja
Kecelakaan akibat terpeleset, tersandung, dan terjatuh menyumbang 15% kematian tidak disengaja, menempati urutan kedua setelah kecelakaan yang melibatkan kendaraan bermotor.