Memahami Noise Reduction Rating (NRR) Pada Pelindung Pendengaran dan Cara Menghitungnya

25 Mei 2017

Semakin tinggi nilai NRR, maka semakin besar pula tingkat kebisingan yang direduksi oleh pelindung pendengaran. Sebenarnya, apa itu NRR? Seberapa penting NRR pada pelindung pendengaran? Bagaimana cara menghitungnya?

Tentu Anda sudah mengetahui, 85 dBA adalah nilai ambang batas (NAB) paparan kebisingan di tempat kerja yang ditetapkan Occupational Safety and Health Administration (OSHA) maupun regulasi nasional untuk mencegah pekerja dari risiko gangguan pendengaran.

OSHA menyatakan bahwa intensitas kebisingan 85 dBA dianggap aman dan masih dapat diterima pekerja dengan jangka waktu pemaparan 8 jam per hari tanpa mengakibatkan hilangnya pendengaran secara permanen atau sementara. Bila paparan kebisingan melebihi 85 dBA, maka pekerja wajib menggunakan pelindung pendengaran, yakni earmuff, earplug atau gabungan keduanya tergantung intensitas paparan kebisingan di tempat kerja. 

 

 

Pelindung pendengaran berfungsi untuk mengurangi tingkat paparan kebisingan dan mencegah pekerja dari risiko gangguan pendengaran akibat bising (GPAB). Namun pertanyaannya, apakah pelindung pendengaran yang Anda gunakan sudah efektif mengurangi kebisingan? Seberapa besar pelindung pendengaran dapat mengurangi paparan kebisingan?

Untuk mengetahui efektivitas dan kemampuan pelindung pendengaran dalam mengurangi kebisingan, Anda dapat mengetahuinya melalui Noise Reduction Rating (NRR). Setiap pelindung pendengaran, masing-masing memiliki kemampuan mereduksi kebisingan sesuai dengan NRR-nya.

 

NRR Pada Pelindung Pendengaran dan Cara Menghitungnya

Tidak semua bahan pelindung pendengaran dapat menyerap intensitas kebisingan yang sama pada setiap jenis suara. Maka, produsen harus mencantumkan pada kemasan berapa banyak suara atau bising yang dapat dikurangi (dalam dB) jika pekerja menggunakan pelindung pendengaran tersebut. Angka dalam satuan dB yang tertera dalam kemasan pelindung pendengaran disebut NRR.

Sumber: kickstarter.com

NRR adalah ukuran kemampuan sebuah pelindung pendengaran dalam mengurangi tingkat kebisingan (dinyatakan dalam satuan dB). Metode ini memungkinkan pekerja untuk menilai kemampuan pelindung pendengaran dalam mengurangi kebisingan di area kerja mereka.

Semakin tinggi nilai NRR, maka semakin besar pula tingkat kebisingan yang direduksi oleh pelindung pendengaran. Namun perlu Anda pahami, nilai NRR yang tinggi tidak mengasumsikan bahwa pelindung pendengaran yang digunakan adalah pilihan terbaik. Pasalnya, nilai NRR yang mereduksi kebisingan secara berlebih juga bisa membuat pekerja kesulitan untuk mendengar suara di sekitar atau berkomunikasi dengan rekan kerjanya.  

Kondisi ini membuat pekerja terpaksa sesekali harus melepas pelindung pendengaran selama bekerja agar mereka dapat mendengar suara dengan jelas dan berkomunikasi dengan lancar.  Perlu dicatat, meski pekerja melepas pelindung pendengaran hanya sesekali dalam waktu singkat (kurang dari 5 menit), namun jika dilakukan secara terus-menerus dalam jangka panjang, dampaknya akan buruk bagi fisik dan psikologis pekerja.

Maka, perhitungan NRR sebelum menggunakan pelindung pendengaran sangat penting dilakukan. Tujuannya untuk mengetahui seberapa besar sebuah pelindung pendengaran dapat mengurangi paparan kebisingan di area kerja dan mengetahui hasil akhir intensitas kebisingan yang didapat setelah pekerja menggunakan pelindung pendengaran.

Contoh kasus:

Di ruang mesin, paparan kebisingan terdeteksi sebesar 98 dBA.

Penggunaan Tunggal (Earplug atau Earmuff)

NRR earplug: 25 dBA

Tingkat reduksi kebisingan= (NRR - 7)/ 2

(25 - 7)/ 2 = 9 dBA

Jadi, 98 dBA - 9 dBA= 91 dBA

Artinya, meski sudah menggunakan pelindung pendengaran, jumlah paparan kebisingan akhir yang Anda terima adalah 91 dBA dan belum memenuhi 85 dBA sebagai kriteria yang diizinkan untuk bekerja 8 jam terus menerus dalam 1 hari.

 

Penggunaan Ganda (Gabungan Earplug dan Earmuff)

NRR earplug: 22 dBA

NRR earmuff: 29 dBA

Tingkat reduksi kebisingan= (NRR* - 7)/ 2+5

(29-7)/2 + 5= 16 dBA

Jadi, 98 dBA- 16 dBA= 82 dBA (sudah memenuhi NAB)

Catatan: *NRR yang memiliki nilai tertinggilah yang digunakan dalam perhitungan

Merujuk regulasi OSHA, di area yang memiliki tingkat kebisingan sangat tinggi, OSHA memperbolehkan penggunaan pelindung pendengaran ganda, yakni earplug dan earmuff secara bersamaan.

 

*             *             *

Pastikan Anda mengetahui intensitas kebisingan di area kerja Anda dan memperhatikan nilai NRR saat memilih pelindung pendengaran. Nilai NRR yang tercantum pada kemasan akan menginformasikan kemampuan pelindung pendengaran dalam mengurangi paparan kebisingan.  Meski NRR dengan nilai tinggi dapat mengurangi paparan kebisingan, namun efektivitasnya dipengaruhi juga oleh ukuran pelindung pendengaran, cara penggunaan, dan pemahaman pekerja tentang pelindung pendengaran.

Selalu ingat! Untuk memaksimalkan pengurangan kebisingan, pelindung pendengaran harus dipakai dengan benar dan terpasang fit di telinga. Pastikan earplug masuk dan menutup saluran telinga secara maksimal atau penutup earmuff menutup rapat dan menempel di kulit telinga secara maksimal.  

 

Semoga Bermanfaat, Salam Safety!

Sumber: www.Safetysign.co.id




Baca juga
20 September 2018
SAFETY STORY: Waspada pada Bahaya Gempa
Untungnya, gempa ini memang bukan tergolong gempa besar yang dapat merobohkan tembok atau bangunan. Tidak ada kerusakan yang signifikan. Hanya saja, beberapa barang tampak terjatuh dari tempatnya.

13 September 2018
SAFETY STORY: Pertolongan Pertama yang Keliru
Mengoles luka bakar dengan pasta gigi bisa menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh. Hal tersebut akan menghambat proses penyembuhan.

6 September 2018
SAFETY STORY: Gara-Gara Tidak Menerapkan 5S di Tempat Kerja
Tidak ada tempat khusus untuk menyimpan barang tertentu juga tidak pernah ada pengarahan soal ketertiban penempatan barang. Alhasil, semua karyawan menyimpan barang sesuka hati.

3 September 2018
Kurangi Kecelakaan di Jalan Raya, Pengendara Harus Paham Rambu Lalu Lintas
Dari lima negara dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi, Indonesia berada di urutan ke-4. Kurangnya perhatian kita tentang pentingnya keselamatan di jalan raya menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan

30 Agustus 2018
SAFETY STORY: Bercandalah pada Tempatnya
Dalam kadar tertentu, bercanda di tempat kerja memang baik untuk kesehatan mental karyawan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan dan tidak pada tempatnya, bercanda bisa berakhir jadi bencana.