10 Cara Melindungi Pekerja dari Cedera Mata di Tempat Kerja Menurut OSHA

15 Juli 2019

Sekitar 2.000 pekerja di Amerika Serikat mengalami cedera mata di tempat kerja setiap harinya.

─ National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH)

Setiap tahun, ribuan pekerja di Amerika Serikat (AS) mengalami kehilangan penglihatan karena cedera mata yang dialaminya.  Dari jumlah total cedera mata akibat kecelakaan kerja, 10 sampai 20 persen pekerja di AS harus kehilangan penglihatan sementara dan permanen.

Dampaknya tidak hanya bagi pekerja ── mengurangi kemampuan dalam mencari nafkah, meningkatkan biaya pengobatan, dan mengurangi kualitas hidup ──, perusahaan juga mengalami kerugian. Perusahaan harus mengeluarkan biaya sekitar 4 triliun per tahunnya untuk kehilangan waktu produksi, biaya pengobatan, dan kompensasi untuk pekerja.

Kecelakaan kerja yang mengakibatkan cedera mata bisa ditemukan di hampir semua jenis pekerjaan. Terdapat lima jenis pekerjaan yang paling berisiko mengakibatkan cedera mata pada pekerja, di antaranya:

  1. Pertanian, perikanan, dan kehutanan
  2. Konstruksi dan penggalian
  3. Instalasi, perawatan, dan perbaikan
  4. Produksi
  5. Transportasi dan pekerjaan yang melibatkan mesin/material bergerak.

Sementara itu, data Bureau of Labor Statistics (BLS) melaporkan, lebih dari 40 persen cedera mata dialami oleh pekerja di industri galangan kapal, pengrajin kayu, pekerja jasa perbaikan, dan operator mesin penggiling. Hampir 50 persen pekerja di bidang manufaktur juga mengalami cedera mata dan 20 persennya terjadi di sektor konstruksi.

Maka dari itu, sangat penting bagi perusahaan untuk melakukan tindakan preventif guna meminimalkan kecelakaan kerja yang mengakibatkan cedera mata dan menjamin keselamatan para pekerjanya.

Baca juga artikel ini:

Bagaimana Cedera Mata Bisa Dialami Pekerja?

Umumnya cedera mata diakibatkan oleh beberapa hal berikut:

  • Hantaman atau goresan pada mata: Mayoritas cedera mata diakibatkan partikel atau benda kecil yang menghantam atau menggores mata, seperti debu, serpihan logam, serpihan kayu, dan partikel kecil lainnya. Partikel/benda ini biasanya dikeluarkan oleh alat, tertiup angin (melayang di udara), atau jatuh langsung mengenai pekerja.

Penyebab lainnya, benda-benda besar juga bisa langsung mengenai mata atau wajah, atau seorang pekerja bisa menabrak benda yang mengakibatkan trauma mata akibat terkena benda tumpul.

  • Penetrasi (penerobosan, penembusan, perembesan): Benda seperti paku, staples, atau potongan kayu/logam dapat menembus bola mata dan mengakibatkan kehilangan penglihatan permanen pada pekerja.
  • Luka bakar akibat bahan kimia dan panas: Bahan kimia industri atau produk pembersih adalah penyebab umum luka bakar pada mata akibat bahan kimia. Luka bakar pada mata akibat termal juga bisa terjadi, sering kali dialami pekerja las. Luka bakar jika dialami secara terus-menerus oleh pekerja bisa merusak mata dan jaringan sekitarnya.

Penyebab umum cedera mata di tempat kerja:

  • Partikel melayang di udara
  • Percikan benda-benda kecil, panas & uap panas
  • Kontak dengan objek atau alat
  • Paparan bahan kimia berbahaya
  • Benturan atau pukulan benda keras atau tajam
  • Radiasi gelombang elektromagnetik yang mengion maupun yang tidak mengion
  • Pancaran cahaya.

10 Langkah Mencegah Cedera Mata di Tempat Kerja

Para ahli keselamatan di Amerika percaya bahwa penggunaan pelindung mata dan wajah yang tepat bisa mengurangi keparahan terhadap cedera mata akibat kecelakaan kerja atau bahkan mencegah cedera mata di tempat kerja sebanyak 90 persen.

Berikut 10 cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah cedera mata di tempat kerja:

  1. Lakukan Penilaian Area Kerja

Perhatikan dengan cermat setiap operasi di pabrik atau area kerja. Perhatikan area kerja berbahaya, area alat berat, mesin bergerak/berputar, dan rute akses yang berpotensi menimbulkan risiko cedera mata.

Cedera mata juga dapat diakibatkan oleh paparan bahan kimia, radiasi gelombang elektromagnetik, panas, partikel beterbangan sehingga melakukan penilaian untuk mengidentifikasi dan mengurangi bahaya sangat penting untuk mencegah cedera mata. Pelajari juga laporan kecelakaan kerja yang mengakibatkan cedera mata di tempat kerja Anda.

  1. Tes Masalah Penglihatan Pekerja

Masalah penglihatan yang tidak diobati dapat berkontribusi menimbulkan kecelakaan kerja. Masukkan uji atau tes penglihatan ke dalam pemeriksaan fisik pekerja secara rutin.

  1. Sediakan Pelindung Mata dan Wajah yang Tepat

Tindakan preventif yang harus dilakukan salah satunya menyediakan alat pelindung mata dan wajah bagi pekerja. Pemakaian alat pelindung ini berguna untuk melindungi para pekerja dari partikel beterbangan, bahan kimia cair, logam cair, bahan kimia asam atau basa, bahan kimia menguap dan gas, serta radiasi cahaya.

Pilih pelindung mata dan wajah sesuai jenis pekerjaan dan potensi bahaya yang ada di area kerja tertentu. Pelindung mata dan wajah yang pekerja Anda gunakan sudah memenuhi persyaratan Permenakertrans No.08 Tahun 2010 tentang APD.

Secara internasional, pelindung mata dan wajah harus memenuhi standar OSHA dan telah disetujui oleh American National Standards Institute (ANSI) untuk memenuhi standar perlindungan mata dan wajah mereka.

  1. Buat Program Wajib Penggunaan Pelindung Mata dan Wajah

Buat program wajib penggunaan pelindung mata di semua area operasi perusahaan Anda tanpa terkecuali. Untuk menerapkannya, semua tingkatan manajemen, mulai dari pekerja hingga manajemen puncak harus mendukung penuh.

Kewajiban penggunaan pelindung mata dan wajah setiap saat dan di semua area kerja telah terbukti mencegah lebih banyak cedera mata dan lebih mudah diterapkan secara konsisten di seluruh operasi. Setiap pekerja dan semua orang yang berada di lingkungan kerja wajib mematuhi aturan tersebut tanpa kecuali.

  1. Sediakan Pelindung Mata dan Wajah yang Pas dan Nyaman

Selain memberikan keamanan, pekerja juga membutuhkan pelindung mata dan wajah yang memberikan kenyamanan. Pastikan pelindung mata dan wajah terpasang kuat dan erat (fit) serta nyaman digunakan pekerja.

Inspeksi dan perawatan rutin perlu dilakukan untuk mengetahui adanya kerusakan dan memastikan performa pelindung mata dan wajah tetap optimal. Ganti pelindung mata dan wajah jika terlihat tanda-tanda kerusakan, seperti retak, tergores, longgar.

  1. Pasang Rambu K3 Pelindung Mata dan Wajah

Pasang rambu-rambu K3 pelindung mata dan wajah di area kerja untuk mencegah cedera mata. Rambu keselamatan ini bukan hanya sebagai formalitas sebagai pemenuhan regulasi, tetapi berfungsi sebagai pengingat bagi pekerja bahwa area kerjanya mengandung bahaya-bahaya tertentu yang bisa mengakibatkan cedera mata.

Rambu K3 Pelindung Mata dan Wajah

Menempatkan media visual dalam bentuk rambu, poster, dan media kampanye K3 lainnya di area kerja, secara konsisten dapat memperingatkan pekerja akan bahaya tertentu dan membantu pekerja dalam mencegah cedera mata.

  1. Siapkan Perencanaan Tanggap Darurat untuk Cedera Mata

Persiapkan perencanaan tanggap darurat terkait kecelakaan kerja yang mengakibatkan cedera mata, mencakup prosedur pertolongan pertama untuk cedera mata. Semua pekerja harus dilatih tentang pertolongan pertama pada kecelakaan tingkat dasar.

Pasang stasiun pencuci mata darurat (emergency eye wash stations). Tempatkan stasiun pencuci mata darurat di lokasi yang mudah diakses, di area di mana bahan kimia digunakan. Kotak P3K harus selalu diisi dengan obat tetes mata, kain kasa, dan pencuci mata. 

Rambu K3 Peralatan Darurat

  1. Berikan Pelatihan untuk Supervisor dan Pekerja

Memberikan pelatihan yang memadai untuk semua supervisor dan pekerja yang membutuhkan perlindungan mata dan wajah sangat penting untuk memastikan keselamatan mereka. OSHA memperkirakan bahwa 90 persen cedera mata dapat dicegah melalui penggunaan pelindung mata dan wajah yang tepat.

Banyak dari pekerja yang tidak memakai pelindung mata dan wajah saat terjadi kecelakaan, namun sayangnya tidak sedikit dari pekerja juga yang menyatakan bahwa mereka tidak mendapat informasi di mana pelindung mata dan wajah dapat ditemukan dan jenis pelindung mata dan wajah apa yang sebaiknya digunakan.

Pelatihan terkait pelindung mata dan wajah harus mencakup:

Pengenalan bahaya, lingkungan, dan faktor yang terdapat di lingkungan kerja lainnya, seperti yang dijelaskan dalam form penilaian bahaya

  • Pemilihan dan penggunaan pelindung mata dan wajah yang tepat sesuai potensi bahaya dan jenis pekerjaan
  • Inspeksi dan perawatan pelindung mata dan wajah
  • Bagaimana dan di mana pekerja dapat memperoleh pelindung mata dan wajah \
  • Apa yang harus dilakukan jika pelindung mata dan wajah rusak atau hilang
  • Instruksi, peringatan, perawatan, dan batasan penggunaan peralatan dari produsen harus ditinjau dan dipahami pekerja.

Tambahkan program pelatihan tentang pelindung mata dan wajah untuk pekerja lama dan baru di tempat kerja.

  1. Lakukan Pemantauan dan Peninjauan Ulang Program Pencegahan

Untuk menjamin kesesuaian dan efektivitas penerapan program pencegahan cedera mata, pengusaha wajib melakukan pemantauan dan peninjauan ulang program secara berkala. Hasil peninjauan ini selanjutnya digunakan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan program.

  1. Terapkan Program Pencegahan Cedera Mata di Area Kerja

Setelah program pencegahan cedera mata dirancang, buat program keselamatan secara tertulis. Pasang salinan kebijakan di sejumlah area kerja di mana pekerja sering berlalu lalang atau area tempat pekerja berkumpul.

Program ini harus mencakup hal-hal berikut:

  • Selalu bersihkan debu dan serpihan material setelah Anda melepas pelindung mata dan wajah.
  • Hindari menggosok mata dengan tangan atau pakaian kotor.
  • Bersihkan pelindung mata dan wajah sebelum dan sesudah digunakan.

Intinya, pekerja wajib menggunakan pelindung mata dan wajah setiap kali ada kemungkinan bahaya yang mengakibatkan cedera mata. Siapa pun yang bekerja di area atau melintasi area di mana terdapat potensi bahaya yang menimbulkan cedera mata harus menggunakan pelindung mata dan wajah, seperti kacamata pengaman (spectacles), goggles, tameng muka (face shield), atau kacamata pengaman dalam kesatuan (full face masker).

Poin Penting!

Ada tiga hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah cedera mata di tempat kerja:

  1. Ketahui setiap bahaya di tempat kerja yang berpotensi mengakibatkan cedera mata ─ lengkapi dengan eye hazard assessment.
  2. Hilangkan bahaya sebelum memulai bekerja. Gunakan pelindung mesin, pelindung layar/monitor, atau rekayasa teknik lainnya.
  3. Gunakan pelindung mata dan wajah yang tepat sesuai jenis bahaya dan pekerjaan Anda.

Salam safety!